ASKEP CRF PDF

CRF A. Kadar ureum dan kreatinin masih dalam batas normal dan belum menunjukkan adanya gejala akumulasi sisa metabolisme. Telah terjadi penurunan laju filtrasi glomerulus, gangguan ekskresi dan non ekskresi sehingga kadar ureum dan kreatinin plasma meningkat. Terjadi gangguan dalam buang air kecil dan anemia. Pengaturab hormone dan pengeluaran sisa metabolisme mengalami gangguan berat, terjadi gangguan homeostasis sehingga kadar ureum dan kreatinin meningkat, gangguan keseimbangan cairan dan elekstrlit, perubahan Ph dan gejala lainnya. Pada tahap ini sudah memerlukan tindakan dialysis.

Author:Aralabar Gujind
Country:Egypt
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):3 December 2011
Pages:338
PDF File Size:11.68 Mb
ePub File Size:19.27 Mb
ISBN:162-5-15722-436-3
Downloads:71117
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Samukazahn



CRF A. Kadar ureum dan kreatinin masih dalam batas normal dan belum menunjukkan adanya gejala akumulasi sisa metabolisme. Telah terjadi penurunan laju filtrasi glomerulus, gangguan ekskresi dan non ekskresi sehingga kadar ureum dan kreatinin plasma meningkat. Terjadi gangguan dalam buang air kecil dan anemia. Pengaturab hormone dan pengeluaran sisa metabolisme mengalami gangguan berat, terjadi gangguan homeostasis sehingga kadar ureum dan kreatinin meningkat, gangguan keseimbangan cairan dan elekstrlit, perubahan Ph dan gejala lainnya.

Pada tahap ini sudah memerlukan tindakan dialysis. Etiologi Gagal ginjal kronik biasanya terjadi setelah pasien mengalami berbagai macam penyakit yang merusak nefron, seperti : diabetes mellitus, glomerulonefritis kronik, pyelonefritis, hipertensi tak terkontrol, obstruksi saluran kemih, lesi herediter seperti pada ginjal polikistik, gangguan pembuluh darah ginjal, obat-obatan, agen toksik dal lain-lain.

Patofisiologi Pada saat fungsi ginjal menurun, produk akhir metabolisme protein tidak dapat dikeluarkan melalui urin dan terakumulasi dalam darah dan terjadi uremia sehingga mempengaruhi berbagai system dalam tubuh.

Semakin tinggi kadar ureum dalam darah gejala yang ditimbulkan semakin berat. Penurunan laju filtrasi glomerulus semakin meningkatkan kadar ureum dan kreatinin darah serta menurunkan hasil CCT. Ginjal cenderung menahan natrium dan air sehingga menimbulkan edema, hipertensi dan congestive heart failure. Peningkatan tekanan darah terjadi oleh aktivasi system rennin-angiotensin dan sekresi aldosteron oleh ginjal. Pada beberapa pasien terjadi kecenderungan kehilangan natrium sehingga memungkinkan terjadinya hipotensi dan hipovolemi.

Keadaan muntah dan diare dapat mengurangi produksi sodium dan air yang semakin memperburuk kondisi uremia. Asidosis metabolic terjadi jika ginjal tidak mampu mengeluarhan peningkatan jumlah asam ion H karena ketidakmampuan tubulus ginjal untuk mengeluarkan ammonia dan reabsorbsi bicarbonate. Tingkat calsium dan fosfat dalam serum berbanding terbalik karena menurunnya laju filtrasi glomerulus. Anemia terjadi karena produksi eritropoietin oleh ginjal tidak mencukupi, usia sel darh merah yang memendek, atau kurang nutrisi.

Eritropoietin normal diproduksi oleh ginjal dan diperlukan oleh sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah. Pada gagal ginjal kronik terjadi penurunan produksi sel darah merah dan menimbulkan anemia sehingga mengakibatkan kelemahan, angina, dan nafas pendek.

Penyakit tulang karena uremia renal osteo distropy timbul akibat perubahan calsium, fosfat, dan hormone yang tidak seimbang, juga menurunnya aktivitas metabolisme vitamin d secara berangsur-angsur. Kadang-kadang proses kalsifikasi dalam tulang mengalmi gangguan sehingga mengakibatkan osteomalasia. Komplikasi neurologist dapat terjadi karena hipertensi berat, ketidakseimbangan elektrolit, intoksikasi air, efek obat-obatan serta gagal ginjal itu sendiri.

Manifestasi yang timbul bisa berupa gangguan fungsi mental, perubahan kepribadian dan tingkah laku, kejang dan koma.

Manifestasi klinik Pada gagal gimjal kronik terjadi gangguan mekanisme homeostasis sehingga menimbulkan gangguan pada berbagai system tubuh, di antaranya: 1. Sistem kardiovaskuler Hipertensi karena retensi sodium dan air, aktivasi system rennin-angiotensin-aldosteron , gagal jantung kongestif dan edema pulmonal karena kelebihan cairan, perikarditis karena penumpukan racun uremic, pitting edema, gangguan irama jantung, nyeri dada, sesak nafas 2.

Sistem gastrointestinal Terjadi anoreksia, mual muntah, cegukan, ulserasi di mulut hingga perdarahan, konstipasi atau diare.

Sistem integument Terjadi pruritus. Ekimosis, kulit kering, rambut mudah patah 4. Ssystem neurology dan otot Terjadi perubahan kesadaran, tidak mampu konsentrasi, kejang, kelemahan, disorientasi.

Dapat terjadi kram, fraktur, foot drop serta penurunan kekuatan otot. System perkemihan Terjadi penurunan jumlah urin, nokturia, proteinuria 7. Gangguan lain Osteodistrofi renal, hipokalsemia, hiperkalemia, hiperfosfatemia bahkan asidosis metabolik. Pemeriksaan diagnostik 1. Laboratorium: urinalisa, urem, creatinin, darah lengkap, elektrolit, protein albumin , CCT,analisa gas darah, gula darah 2. ECG untuk mengetahui adanya perubahan irama jantung F. Penatalaksanaan Tujuan penatalaksanaan pada gagal ginjal kronik adalah untuk mempertahankan fungsi ginjal dan homeostasis selama mungkin.

Semua factor yang berperan dalam terjadinya gagal ginjal kronik dicari dan diatasi. Penatalaksanaan konservatif Meliputi pengaturan diet, cairan dan garam, memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan asam basa, mengendalikan hiperensi, penanggulangan asidosis, pengobatan neuropati, deteksi dan mengatasi komplikasi.

Penatalaksanaan pengganti Dialysis hemodialisis, peritoneal dialysis transplantasi ginjal G. Kelebihan volume cairan b.

Observasi tanda-tanda vital 2. Monitor intake dan output cairan, balance tiap 24 jam 3. Batasi intake cairan, sesuaikan dengan jumlah urin 4. Timbang berat badan tiap hari 5. Observasi adanya edema pada area yang menggantung pitting edema 6. Auskultasi bunyi nafas dan denyut jantng 7. Observasi adanya penurunan kesadaran, perubahan status mental 8. Risiko penurunan curah jantung b. Monitor tekanan darah, bandingkan hasil pengukuran pada tangan kiri dengan tangan kanan 2. Auskultasi bunyi nafas dan denyut jantung 3.

Observasi warna kulit, kelembaban, suhu dan kapiler refill 4. Batasi aktivitas, Bantu klien dalam ADL 5. Monitor respon klien terhadap pengobatan yang diberikan 6. Batasi intake natrium dan cairan 7. Monitor EKG secara berkala 8. Kolaborasi dalam pemberian terapi, pemeriksaan laboratorium konsul ahli gizi Share this:.

FULLER INSTRUMENTACION QUIRURGICA PDF

ASKEP CRF PDF

Tanda : Gangguan status mental, contah penurunan lapang perhatian, ketidakmampuan berkonsentrasi, kehilangan memori, kacau, penurunan tingkat kesadaran, stupor. Kejang, fasikulasi otot, aktivitas kejang. Riwayat terpejan pada toksin, contoh obat, racun lingkungan. Kemungkinan diagnosa keperawatan dari orang dengan kegagalan ginjal kronis adalah sebagai berikut : Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urine, diet berlebih dan retensi cairan serta natrium. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual dan muntah, pembatasan diet, dan perubahan membrane mukosa mulut. Intoleran aktivitas berhubungan dengan keletihan, anemia, retensi, produk sampah.

2009 POLARIS RZR 800 OWNERS MANUAL PDF

Tanda : Gangguan status mental, contah penurunan lapang perhatian, ketidakmampuan berkonsentrasi, kehilangan memori, kacau, penurunan tingkat kesadaran, stupor. Kejang, fasikulasi otot, aktivitas kejang. Riwayat terpejan pada toksin, contoh obat, racun lingkungan. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan ditegakkan atas dasar data dari pasien. Kemungkinan diagnosa keperawatan dari orang dengan kegagalan ginjal kronis adalah sebagai berikut : - Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urine, diet berlebih dan retensi cairan serta natrium. Implementasi Asuhan Keperawatan bagi klien dengan kegagalan ginjal kronis 1.

J.D.SALINGER RAISE HIGH THE ROOFBEAM CARPENTERS PDF

Nikotaur Small trials in animal models and humans suggest a role for alkali therapy to lessen these complications. Gangguan endokrim Gangguan seksual: The most common side effect of sodium bicarbonate is bloating because of generation of carbon dioxide in the gastrointestinal tract. Pengetahuan mengenai kondisi dan penanganan yang bersangkutan meningkat. There is also the possibility of increased vascular calcification from systemic alkalinization.

Related Articles