ASKEP GADAR LUKA BAKAR PDF

Anatomi dan Fisiologi Kulit Kulit, merupakan organ terbesar tubuh yang terdiri dari lapisan sel di permukaan Moore dan Agur, Epidermis merupakan lapisan luar kulit yang utamanya disusun oleh sel-sel epitel. Epidermis terdiri dari lima lapisan, dari yang paling dalam yaitu stratum basale, stratum spinosum,stratum granulosum, stratum lucidum dan stratum corneum. Dermis merupakan lapisan yang kaya akan serabut saraf, pemuluh darah, dan pembuluh darah limfe. Selain itu dermis juga tersusun atas kelenjar keringat, sebasea, dan folikel rambut. Jaringan subkutan atau hipodermis merupakan lapisan kulit yang paling dalam.

Author:Tojinn Nijin
Country:Anguilla
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):24 October 2005
Pages:30
PDF File Size:4.4 Mb
ePub File Size:5.1 Mb
ISBN:379-4-88225-669-8
Downloads:48079
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nalrajas



Bahan kimia sifat asam dan basa kuat 6. Ledakan kompor, udara panas 7. Ledakan ban, bom 9. Suhu yang sangat rendah frost bite C. Riwayat terpaparnya 2. Lihat derajat luka bakar 3. Status pernapasan; tachycardia, nafas dengan menggunakan otot asesoris, cuping hidung dan stridor 4. Bila syok; tachycardia, tachypnea, tekanan nadi lemah, hipotensi, menurunnya pengeluaran urine atau anuri 5.

Perubahan suhu tubuh dari demam ke hipotermi. Derajat luka bakar terbagi menjadi tiga bagian; derajat satu superficial yaitu hanya mengenai epidermis dengan ditandai eritema, nyeri, fungsi fisiologi masih utuh, dapat terjadi pelepuhan, serupa dengan terbakar mata hari ringan.

Tampak 24 jam setelah terpapar dan fase penyembuhan hari. Derajat dua partial adalah mengenai dermis dan epidermis dengan ditandai lepuh atau terbentuknya vesikula dan bula, nyeri yang sangat, hilangnya fungsi fisiologis. Fase penyembuhan tanpa infeksi hari. Derajat tiga atau ketebalan penuh yaitu mengenai seluruh lapisan epidermis dan dermis, tanpa meninggalkan sisa-sisa sel epidermis untuk mengisi kembali daerah yang rusak, hilangnya rasa nyeri, warnanya dapat hitam, coklat dan putih, mengenai jaringan termasuk fascia, otot, tendon dan tulang.

Fisiologi syok pada luka bakar akibat dari lolosnya cairan dalam sirkulasi kapiler secara massive dan berpengaruh pada sistem kardiovaskular karena hilangnya atau rusaknya kapiler, yang menyebabkan cairan akan lolos atau hilang dari compartment intravaskuler kedalam jaringan interstisial.

Eritrosit dan leukosit tetap dalam sirkulasi dan menyebabkan peningkatan hematokrit dan leukosit. Darah dan cairan akan hilang melalui evaporasi sehingga terjadi kekurangan cairan. Kompensasi terhadap syok dengan kehilangan cairan maka tubuh mengadakan respon dengan menurunkan sirkulasi sistem gastrointestinal yang mana dapat terjadi ilius paralitik, tachycardia dan tachypnea merupakan kompensasi untuk menurunkan volume vaskuler dengan meningkatkan kebutuhan oksigen terhadap injury jaringan dan perubahan sistem.

Kemudian menurunkan perfusi pada ginjal, dan terjadi vasokontriksi yang akan berakibat pada depresi filtrasi glomerulus dan oliguri. Repon luka bakar akan meningkatkan aliran darah ke organ vital dan menurunkan aliran darah ke perifer dan organ yang tidak vital. Respon metabolik pada luka bakar adalah hipermetabolisme yang merupakan hasil dari peningkatan sejumlah energi, peningkatan katekolamin; dimana terjadi peningkatan temperatur dan metabolisme, hiperglikemi karena meningkatnya pengeluaran glukosa untuk kebutuhan metabolik yang kemudian terjadi penipisan glukosa, ketidakseimbangan nitrogen oleh karena status hipermetabolisme dan injury jaringan.

Kerusakan pada sel darah merah dan hemolisis menimbulkan anemia, yang kemudian akan meningkatkan curah jantung untuk mempertahankan perfusi. Pertumbuhan dapat terhambat oleh depresi hormon pertumbuhan karena terfokus pada penyembuhan jaringan yang rusak. Pembentukan edema karena adanya peningkatan permeabilitas kapiler dan pada saat yang sama terjadi vasodilatasi yang menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik dalam kapiler.

Terjadi pertukaran elektrolit yang abnormal antara sel dan cairan interstisial dimana secara khusus natrium masuk kedalam sel dan kalium keluar dari dalam sel.

Dengan demikian mengakibatkan kekurangan sodium dalam intravaskuler. Pada luka bakar derajat-satu, epidermis mengalami kerusakan atau cedera dan sebagian dermis turut cedera.

Luka bakar derajat-dua meliputi destruksi epidermis serta lapisan atas dermis dan cedera pada bagian dermis yang lebih dalam. Luka tersebut terasa nyeri, tampak merah dan mengalami eksudasi cairan. Pemutihan jaringan yang terbakar diikuti oleh pengisian kembali kapiler; folikel rambut masih utuh. Luka bakar derajat-tiga meliputi destruksi total epidermis serta dermis, dan pada sebagian kasus, jaringan yang berada di bawahnya.

Warna luka bakar sangat bervariasi mulai dari warna putih hingga merah, cokelat atau hitam. Daerah yang terbakar tidak terasa nyeri karena serabut-serabut sarafnya hancur. Luka bakar tersebut tampak seperti bahan kulit. Folikel rambut dan kelenjar keringat turut hancur. Setiap daerah yang terbakar memiliki tiga zona cedera: a. Daerah sebelah dalam dikenal sebagai zona koagulasi dimana terjadi kematian selular.

Daerah sebelah luar merupakan zona hiperemia. Zona ini merupakan luka bakar derajat-satu yang harus sudah sembuh dalam waktu satu minggu dan lebih khas untuk cedera terbakar atau tersengat arus listrik ketimbang cedera akibat cairan yang panas.

Rumus Sembilan merupakan cara yang cepat untuk menghitung luas daerah yang terbakar. Sistem tersebut menggunakan persentase dalam kelipatan Sembilan terhadap permukaan tubuh yang luas. Berat ringannya luka bakar American Burn Association menggolongkan luka bakar menjadi tiga kategori, yaitu: a. Fase akut Pada fase ini problema yang ada berkisar pada gangguan saluran napas karena adanya cedera inhalasi dan gangguan sirkulasi.

Pada fase ini terjadi gangguan keseimbangan sirkulasi cairan dan elektrolit akibat cedera termis bersifat sistemik. Fase sub akut Fase ini berlangsung setelah shock berakhir.

Fase lanjut Fase ini berlangsung setelah terjadi penutupan luka sampai terjadi maturasi. Masalah pada fase ini adalah timbulnya penyulit dari luka bakar berupa hipertrofik, kontraktur, dan deformitas lainnya. Pantau patensi jalan napas pasien; evaluasi nadi apical, karotis dan femoral.

Mulai lakukan pemantauan jantung. Periksa tanda-tanda vital dengan teratur menggunakan alat ultrasonografi jika diperlukan. Periksa nadi perifer pada ekstremitas yang mengalami luka bakar setiap jam. Pasang kateter IV dengan diameter besar dan kateter urine indwelling. Kaji suhu tubuh, berat badan, riwayat berat badan sebelum luka bakar dan alergi.

Kaji status neurologis: kesadaran; status psikologis, nyeri dan tingkat ansietas serta perilaku. Kaji pemahaman pasien dan keluarga tentang cedera dan pengobatan. Pengkajian Primer Setiap pasien luka bakar harus dianggap sebagai pasien trauma, karenanya harus dicek Airway, breathing dan circulation-nya terlebih dahulu. Tanda-tanda adanya trauma inhalasi antara lain adalah: terkurung dalam api, luka bakar pada wajah, bulu hidung yang terbakar, dan sputum yang hitam.

Breathing Eschar yang melingkari dada dapat menghambat pergerakan dada untuk bernapas, segera lakukan escharotomi. Periksa juga apakah ada trauma-trauma lain yang dapat menghambat pernapasan, misalnya pneumothorax, hematothorax, dan fraktur costae. Circulation Luka bakar menimbulkan kerusakan jaringan sehingga menimbulkan edema, pada luka bakar yang luas dapat terjadi syok hipovolumik karena kebocoran plasma yang luas.

Manajemen cairan pada pasien luka bakar, dapat diberikan dengan Formula Baxter. Pengkajian sekunder.

BESELER 45MX MANUAL PDF

askep gadar luka bakar

Bahan kimia sifat asam dan basa kuat 6. Ledakan kompor, udara panas 7. Ledakan ban, bom 9. Suhu yang sangat rendah frost bite C. Riwayat terpaparnya 2. Lihat derajat luka bakar 3. Status pernapasan; tachycardia, nafas dengan menggunakan otot asesoris, cuping hidung dan stridor 4.

PLANIFICACION DEL ENTRENAMIENTO DEPORTIVO PDF

CONTOH ASUHAN KEPERAWATAN (ASKEP) LUKA BAKAR (COMBUSTIO)

Pada penerimaan rumah sakit, lepaskan semua pakaian dan perhiasan dari area luka bakar. Mulai terapi IV yang ditentukan dengan jarum lubang besar 18G , lebih disukai melalui kulit yang telah terluka bakar. Bila pasien menaglami luka bakar luas dan menunjukkan gejala-gejala syok hipovolemik, bantu dokter dengan pemasangan kateter vena sentral untuk pemantauan CVP. Konsultasi doketr bila manifestasi kelebihan cairan terjadi. Tes guaiak muntahan warna kopi atau feses ter hitam. Laporkan temuan-temuan positif.

TEORIA MATEMATICA DE LA ADMINISTRACION PDF

Askep Combustio (Luka Bakar)

Tanda: ansietas, menangis, ketergantungan, menyangkal, menarik diri, marah. Tanda: perubahan orientasi; afek, perilaku; penurunan refleks tendon dalam RTD pada cedera ekstremitas; aktifitas kejang syok listrik ; laserasi korneal; kerusakan retinal; penurunan ketajaman penglihatan syok listrik ; ruptur membran timpanik syok listrik ; paralisis cedera listrik pada aliran saraf. Tanda: Serak; batuk mengii; partikel karbon dalam sputum; ketidakmampuan menelan sekresi oral dan sianosis; indikasi cedera inhalasi. Cedera api: terdapat area cedera campuran dalam sehubunagn dengan variase intensitas panas yang dihasilkan bekuan terbakar. Bulu hidung gosong; mukosa hidung dan mulut kering; merah; lepuh pada faring posterior;oedema lingkar mulut dan atau lingkar nasal.

ARTHUR BIGNOLD OF LOCHROSQUE PDF

Pada penerimaan rumah sakit, lepaskan semua pakaian dan perhiasan dari area luka bakar. Mulai terapi IV yang ditentukan dengan jarum lubang besar 18G , lebih disukai melalui kulit yang telah terluka bakar. Bila pasien menaglami luka bakar luas dan menunjukkan gejala-gejala syok hipovolemik, bantu dokter dengan pemasangan kateter vena sentral untuk pemantauan CVP. Konsultasi doketr bila manifestasi kelebihan cairan terjadi. Tes guaiak muntahan warna kopi atau feses ter hitam. Laporkan temuan-temuan positif. Berikan antasida yag diresepkan atau antagonis reseptor histamin seperti simetidin Memberikan pedoman untuk penggantian cairan dan mengkaji respon kardiovaskuler.

Related Articles