ATHEIS ACHDIAT PDF

Works cited 11 Plot The plot of Atheis is non-linear. Hasan, born to a religious Naqshbandi family in Panyeredan, is a student who lives with his family and adopted sister, Fatimah. After finishing his schooling, Hasan attempts to propose marriage to his classmate, Rukmini. However, Rukmini, who is from a higher social class than him, is set to marry a rich man from Batavia modern day Jakarta. Instead, his parents ask him to marry Fatimah. Hasan refuses, then devotes himself to studying Islam with his father.

Author:Ararg Gogami
Country:Guadeloupe
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):4 January 2016
Pages:435
PDF File Size:20.7 Mb
ePub File Size:10.65 Mb
ISBN:639-7-25034-245-7
Downloads:56221
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kajizilkree



Alur[ sunting sunting sumber ] Alur Atheis bersifat tidak linier. Menurut ahli sastra Indonesia asal Belanda A.

Teeuw , plot novel ini menggunakan urutan sebagaimana dirumuskan di bawah. Huruf A mewakili masa yang dibahas dalam tulisan tokoh Hasan dari masa kecil sampai bercerai dengan Kartini , huruf B mewakili masa yang diceritakan narator, dan huruf C mewakili waktu Hasan terbunuh.

Hasan, yang lahir di Panyeredan di keluarga penganut Tarekat Naqsyabandiyah , adalah siswa yang lumayan pandai dan tinggal bersama keluarga dan adik angkat, Fatimah. Seusai masa sekolah, Hasan berusaha untuk melamar temannya Rukmini untuk menjadi istri. Namun, Rukmini, yang mempunyai kedudukan sosial lebih tinggi, sudah dijanjikan untuk seseorang kaya di Batavia sekarang Jakarta.

Sebagai ganti, orang tua Hasan minta agar dia menikah dengan Fatimah. Hasan menolak, lalu mulai sangat mendalami Islam bersama ayahnya. Dia lalu berpindah ke Bandung untuk bekerja sebagai pegawai pemerintah.

Di Bandung, Hasan bekerja untuk pemerintah pendudukan Jepang dan hidup secara asketik; dia sering berpuasa berhari-hari dan memasukkan tubuhnya ke dalam sungai berulang kali dini pagi.

Saat di Bandung, dia bertemu dengan sahabatnya semasa kecil, Rusli, yang memperkenalkan seorang gadis bernama Kartini. Karena melihat bahwa Rusli dan Kartini adalah Marxis-Leninis yang atheis , Hasan merasa seakan dipanggil untuk mengembalikan mereka ke agama Islam. Namun, dia tidak dapat mengatasi argumentasi Rusli yang menolak agama, sampai Hasan pun mulai meragukan keimanannya. Lama-kelamaan Hasan menjadi semakin sekuler, sampai pada suatu hari dia lebih memilih menonton film di bioskop bersama Kartini daripada sholat Maghrib.

Melalui Rusli, Hasan diperkenalkan dengan berbagai orang yang menganut berbagai macam ideologi, termasuk Anwar, seorang nihilis yang suka main wanita; Hasan juga mulai mendekati Kartini.

Pada suatu hari, Hasan kembali ke Panyeredan bersama Anwar untuk mengujungi keluarganya. Saat di sana, Anwar melihat dua penjaga malam yang ketakutan dekat suatu permakaman. Ketika diberi tahu bahwa penjaga malam itu melihat hantu, Anwar masuk ke permakaman itu bersama Hasan untuk membuktikan bahwa tidak ada hantu di sana. Namun, Hasan merasa bahwa ada sesuatu yang mengincarnya; hal ini membuat dia melarikan diri dari permakaman tersebut.

Ketika Anwar tertawa atas reaksi Hasan, Hasan merasa imannya sudah patah. Dia akhirnya bertengkar heboh dengan keluarganya tentang soal agama, sehingga dia diusir dari rumah.

Sekembali ke Bandung, dia menikah dengan Kartini. Tiga tahun kemudian, hubungan Hasan dengan Kartini sudah memburuk. Mereka saling mencurigai. Akhirnya, Hasan melihat Kartini meninggalkan hotel bersama Anwar dan menduga kalau dia selingkuh - dugaan ini tidak benar. Hasan segera mencerai istrinya itu dan meninggalkan rumah. Tidak lama kemudian, dia jatuh sakit dengan tuberkulosis.

Setelah beberapa minggu, dia kembali ke Panyeredan karena mendengar bahwa ayahnya sangat sakit. Biarpun dia hendak berbaikan, ayahnya mengusir Hasan sebagai godaan setan. Dalam keadaan putus asa, Hasan kembali ke Bandung. Dalam keadaan sakit-sakitan, Hasan mendekati seorang jurnalis dan menyerahkan suatu tulisan berisi riwayat hidupnya; jurnalis ini bersedia menerbitkan karya Hasan itu bilamana terjadi sesuatu kepada Hasan.

Tak lama kemudian, Hasan keluar rumah setelah jam malam dan tertembak oleh patroli Jepang. Dia lalu meninggal setelah disiksa, dengan kata terakhirnya " Allahu Akbar ".

Hari berikutnya, Rusli dan Kartini menjemput mayatnya. Tokoh dan penokohan[ sunting sunting sumber ] Hasan Hasan adalah protagonis utama novel. Dibesarkan seorang Muslim yang saleh, Hasan mulai meragukan kepercayaannya setelah pengaruh dari sahabat kecilnya dan kenalan-kenalan lain di Bandung.

Dia menjadi semakin bingung karena perasaannya terhadap Kartini, yang secara fisik mirip dengan cinta pertamanya, Rukmini. Akhirnya, setelah diusir oleh keluarganya dan merasa diabaikan teman-temannya, Hasan tertembak lalu disiksa sampai mati oleh polisi Jepang. Balfas mencatat bahwa ada tiga versi Hasan yang tampak pada pembaca: pandangan Hasan mengenai dirinya sendiri, pandangan narator terhadap Hasan, dan rekoleksi orang lain tentang Hasan yang dicatat narator.

Seorang Marxis-Leninis, Rusli mempunyai pendidikan tinggi dan fasih berbicara; hal-hal ini dia sering menggunakan untuk menang debat mengenai ideologi. Melalui Rusli, Hasan diperkenalkan dengan beberapa tokoh lain yang mempunyai pendidikan dan ideologi Barat, termasuk Kartini yang akhirnya menjadi istri Hasan. Selama waktu Hasan di Bandung, Rusli memberi dukungan emosional kepada dia dan Kartini. Rusli juga menemani Kartini untuk mengidentifikasi mayat Hasan di markas polisi.

Hendrik Maier, seorang profesor sastra Asia tenggara di Universitas California, Riverside , menyebut Rusli sebagai protagonis yang paling berkeseimbangan. Karena Kartini mirip dengan cinta Hasan yang pertama, Hasan jatuh cinta padanya. Namun, setelah mereka menikah Hasan menjadi semakin cemburu dan mempertanyakan hubungan Kartini dengan Anwar, yang suka main mata dengannya.

Ketika Anwar menjemput dia dari stasiun kereta api sehabis Kartini menjenguk tantenya, Anwar berusaha untuk memaksakan Kartini berhubungan mesra.

Kartini menolak dan meninggalkan hotel, diikuti oleh Anwar. Setelah Hasan mencerainya karena interpretasinya atas kejadian ini, Kartini tinggal sendirian. Akhirnya Kartini menangis keras ketika mengetahui Hasan telah meninggal. Anwar Anwar adalah seorang anarkis dan nihilis yang merasakan dirinya sebagai Tuhan.

Dia terkenal sebagai pemain wanita yang kasar dan tidak berhalangan memanfaatkan orang lain demi kepentingannya sendiri. Melalui tindakannya, Anwar yang menyebabkan kedua peristiwa yang menghancurkan hidup Hasan: ejekan Anwar membuat Hasan bertengkar dengan keluarga, dan sifat pemain wanita dan kebiasaan main matanya, yang akhirnya diarahkan ke Kartini, memicu cerainya Hasan.

Tidak banyak yang diketahui tentang dia, selain bahwa dia seorang jurnalis. Kemudian, narator yang hanya diberi julukan "saya" menjelaskan dari sudut pandang orang pertama bagaimana dia berkenalan dengan Hasan dan bagaimana Hasan sampai menyerahkan tulisan riwayat hidupnya. Ini diikuti oleh sebuah manuskrip yang dikatakan merupakan karya Hasan sendiri. Manuskrip ini menceritakan kehidupan Hasan dari sudut pandangnya dengan menggunakan istilah "aku". Setelah sebuah napak tilas di mana narator menceritakan pertemuan terakhirnya dengan Hasan dengan menggunakan kata "saya", bagian terakhir Atheis menceritakan kematian Hasan dengan menggunakan "dia"-an mahatahu.

Namun, dia juga mencatat bahwa Achdiat adalah anggota aliran sastra yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana yang beranggapan bahwa sastra bertujuan untuk mendidik; Teeuw juga menulis bahwa gaya penceritaan serupa sudah umum di sastra Indonesia pada saat itu. Menurut Teeuw, bahasa Indonesia yang digunakan kadang-kadang seakan dipaksakan, dengan bentuk kalimat menyimpang dari kebiasaan penulis-penulis Minang yang mendominasi dunia sastra Indonesia pada saat itu.

Menurut Teeuw, ini karena Achdiat dibesarkan dengan bahasa Sunda dan Belanda ; dengan demikian, bahasa Indonesianya kurang lancar dibanding penulis Minang atau yang lebih muda. Menurut Achdiat, yang paling umum ialah bahwa kematian Hasan dimaksud untuk menggambarkan kemenangan atheisme atas agama, dengan kematian Hasan menjadi kematian theisme. Hasan, yang mewakili tradisionalisme, dibunuh oleh orang Jepang, yang telah mengubah keadaan di Hindia Belanda saat menduduki Nusantara pada tahun Sementara, Anwar yang cenderung anarkis tidak mempunyai tempat di dunia modern.

Hanya tokoh modern yang bertanggung jawab, yaitu Rusli, mampu menguatkan negara Indonesia, sebagaimana diwakili Kartini, untuk menghadapi dunia baru. Saat di Batavia, pada tahun dia mulai bergabung dengan kelompok sastranya Chairil Anwar , Republika. Latar belakang ini digunakan untuk menulis Atheis dari bulan Mei sampai Februari

KOSHAN CONSPIRACY MANUAL PDF

Sinopsis Novel – Atheis (Achdiat K. Mihardja)

Maka tak heran jika ia pun juga sangat taat dalam beribadah. Hasan merupakan pemuda yang lugu dan sangat menghormati orang tuanya. Ia anak yang berbakti dan menurut terhadap orang tuanya. Saat hasan beranjak dewasa, ia melanjutkan sekolahnya ke Bandung. Di sana ia berkenalan dengan Rukmini dan menjalin hubngan dengannya.

MARUTHAM BOOK PDF

Achdiat Karta Mihardja

Ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga menak yang feodal. Ayahnya bernama Kosasih Kartamiharja, seorang pejabat pangreh praja di Jawa Barat. Achdiat rnenikah dengan Suprapti pada bulan Juli Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai lima orang anak. Lalu, ia melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia, Jakarta. Ketika kuliah, ia pernah diajar oleh Prof. Beerling dan Pastur Dr.

LOVE CAME DOWN BEN CANTELON CHORDS PDF

Achdiat K. Mihardja

Alur[ sunting sunting sumber ] Alur Atheis bersifat tidak linier. Menurut ahli sastra Indonesia asal Belanda A. Teeuw , plot novel ini menggunakan urutan sebagaimana dirumuskan di bawah. Huruf A mewakili masa yang dibahas dalam tulisan tokoh Hasan dari masa kecil sampai bercerai dengan Kartini , huruf B mewakili masa yang diceritakan narator, dan huruf C mewakili waktu Hasan terbunuh.

PUB BESTAND CONVERTEREN NAAR PDF

Start your review of Atheis Write a review Sep 23, Muhammad rated it really liked it Hasan telah tiada. Kepergiannya membuatku mengingat-ingat kembali awal perkenalanku dengannya. Aku ingat ketika dia datang kepadaku untuk memintaku menilai karangannya yang hampir serupa dengan autobiografi. Kubaca hasil karangannya itu Karangan itu bercerita tentang perjalanan hidupnya sendiri. Bagaimana dia menjalani kehidupan dari kecil hingga dewasa dan telah dididik untuk percaya kepada Tuhan serta taat pada agama. Jalan hidupnya mulai berubah ketika bertemu Ruslikawan masa kecilnyadan Hasan telah tiada.

Related Articles