EROSI PORSIO PDF

Hal ini dapat menyebabkan terjadinya infertilitas pada wanita. Ferofort 1 x 1 berfungsi untuk mengobati keputihan Mefinal 3 x 1 berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit Gambar 1 : Serviks Normal Gambar 2 : Serviks yang terkena Erosi Erosi serviks adalah suatu kondisi yang normal yang terjadi ketika sel-sel epitel skuamosa tumbuh dari leher rahim dan meradang, merah dengan daerah yang terlihat terkikis dan terinfeksi. Leher rahim normal memiliki bagian sempit yang disebut os yang dilapisi dengan kelenjar sel lendir yang tersembunyi; seluruh permukaan serviks dilapisi epitel, sel pada permukaan luar. Sementara itu terdengar menakutkan untuk berpikir bahwa Anda leher rahim terkikis. Berbagai jenis trauma dapat menyebabkan erosi leher rahim. Penyebab lain termasuk infeksi berat pada vagina atau STDS seperti herpes atau awal sifilis.

Author:Dubar Goltigis
Country:Costa Rica
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):19 September 2010
Pages:69
PDF File Size:11.50 Mb
ePub File Size:16.47 Mb
ISBN:311-5-35257-876-4
Downloads:34679
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Goltikazahn



Hal ini dapat menyebabkan terjadinya infertilitas pada wanita. Ferofort 1 x 1 berfungsi untuk mengobati keputihan Mefinal 3 x 1 berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit Gambar 1 : Serviks Normal Gambar 2 : Serviks yang terkena Erosi Erosi serviks adalah suatu kondisi yang normal yang terjadi ketika sel-sel epitel skuamosa tumbuh dari leher rahim dan meradang, merah dengan daerah yang terlihat terkikis dan terinfeksi.

Leher rahim normal memiliki bagian sempit yang disebut os yang dilapisi dengan kelenjar sel lendir yang tersembunyi; seluruh permukaan serviks dilapisi epitel, sel pada permukaan luar. Sementara itu terdengar menakutkan untuk berpikir bahwa Anda leher rahim terkikis. Berbagai jenis trauma dapat menyebabkan erosi leher rahim. Penyebab lain termasuk infeksi berat pada vagina atau STDS seperti herpes atau awal sifilis.

Kadang-kadang percikan bahan kimia lain pada vagina seperti krim kontrasepsi atau busa dapat menyebabkan erosi pengikisan leher rahim. Sering berganti pasangan dalam berhubungan intim atau penggunaan spray vagina atau produk lain pada vagina dapat meningkatkan risiko mengembangkan erosi leher rahim.

Namun pada kasus lain, wanita yang tidak memiliki faktor-faktor risiko ini juga sering mengembangkan erosi serviks. Sementara pada umumnya beberapa gejala yang berkaitan dengan erosi atau pengikisan leher rahim seperti mengalami abnormal pendarahan yang bukan bagian dari haid, pendarahan setelah hubungan seksual, pendarahan antara periode haid.

Erosi serviks ini ditangani dengan berbagai cara tergantung dari penyebab. Jika infeksi hadir, antibiotik diperlukan. Ketika erosi serviks disebabkan oleh trauma leher rahim, cedera atau karena bahan kimia seperti spray vagina dan menghindari penyebabnya.

Kadang-kadang serviks cauterization digunakan untuk mengobati erosi leher rahim. Penyedia layanan kesehatan juga mungkin meresepkan krim estrogen vagina untuk membantu mengentalkan permukaan luar dari leher rahim. Kebanyakan wanita penderita erosi serviks tidak memiliki gejala.

Erosi serviks hanya diamati selama pemeriksaan panggul secara rutin. Gejala lain yang kadang-kadang dapat disebabkan oleh erosi serviks adalah pendarahan setelah berhubungan intim postcoital bleeding. Dalam keadaan ini, dokter Anda mungkin menawarkan untuk mengobati leher rahim dengan menghancurkan permukaan. Namun tidak ada jaminan bahwa perawatan ini akan mengurangi atau mengurangi gejala.

Penyakit biasanya didiagnosa oleh colposcopy. Ini adalah studi leher rahim di bawah mikroskop yang dirancang khusus. Ahli kandungan menggunakan colposcope untuk secara akurat menentukan ada atau tidak adanya erosi leher rahim. Instrumen ini juga digunakan untuk mengenali formasi ganas. Perawatan serviks erosi dengan menggunakan obat pada umumnya kurang memberikan hasil yang memuaskan kecuali metode terapi anti-inflamasi. Umumnya erosi serviks yang berat dan ringan perawatan terapi fisik karena terapi fisik tidak memiliki efek samping.

Dalam proses perawatan erosi leher rahim dan setelah sembuh dari penyakit pengikisan serviks sebaik memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1, memperhatikan kesehatan seksual, sesuai mengendalikan kehidupan dan menghindari hubungan seksual selama haid.

Sebagai pencegahan erosi dan pseudo merekomendasikan bahwa semua wanita menyadari kebersihan pribadi dan dua kali sehari, cuci bersih dengan sabun dan air. Menjaga toilet pada alat kelamin jangan lupa mitra seks Anda.

Perlu diingat bahwa perubahan mitra seksual, antara lain, mengarah ke perubahan dalam vagina flora, meningkatnya risiko penyakit. Ingat bahwa kehadiran nanah dalam air mani juga dapat menyebabkan laki-laki erosi. Menggunakan kontrasepsi untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi, yang pasti akan melukai leher rahim. Perlakuan terhadap erosi leher rahim dengan operasi laser merupakan pengobatan modern dan metode paling efisien mengobati penyakit leher rahim.

Erosi serviks adalah pengikisan lapisan dari mulut rahim. Sehingga menyebabkan luka pada porsio karena partus atau abortus. Cara pengobatan servik dengan obat-obatan antibiotic serta antiseptic yang dimasukkan lewat vagina, mulut oral dan parenteral. Radang erosi serviks adalah sejenis penyakit yang sering terlihat. Mengikuti statistika, setengah dari wanita yang telah menikah mengidap radang erosi serviks yang tingkatnya berbeda-beda.

Radang erosi serviks dikarenakan melahirkan, keguguran, infeksi masa nifas ataupun operasi yang menyebabkan luka di rahim, patogen yang menginfeksi. Erosi tingkat berat biasanya pengobatan melalui obat konsumsi efek nya kurang jelas, memilih pengobatan erosi rahim yang tepat sangat penting. Jika terjadi erosi terlalu luas, selain diberikan obat-obatan antibiotic juga perlu di kauterisasi.

Ditetelin Albhotyl Cair dan suntikan Sankorbin Vit. C dosis tinggi sama dimasukin Albhotyl Ovula selama 8x 2x seminggu pengobatan. Erosi serviks uteri cervicitis adalah perubahan yang terjadi di mulut rahim dan biasanya di diagnosis pada saat pemeriksaan dalam vagina pemeriksaan ginekologi.

Beberapa keluhan yang dialami adalah keputihan berbau atau gatal, nyeri pinggang, nyeri perut bagian bawah, infeksi saluran kencing berulang, nyeri saat hubungan seksual, sampai infertilitas. Keluhan keputihan bisa sangat mengganggu dan bisa sampai bertahun-tahun. Keputihan yang kental, dan berbau.

Cairan ini berisi sel-sel darah putih, sel mati, sekresi peradangan, bakteri, jamur, parasit atupun virus. Cairan ini sangat tidak sehat bagi kehidupan sperma, dan akan sangat menyulitkan sperma untuk bergerak.

Erosi servik dapat menyebabkan terjadinya infertilitas oleh karena sebab tidak langsung, yaitu infeksi yang biasanya ada bersama dengannya. Bila infeksi ini belum di terapi dengan benar, maka erosi servik dapat menjadi penyebab kegagalan kehamilan spontan, inseminasi bahkan bayi tabung.

Namun disamping itu ada banyak faktor kegagalan bayi tabung, mulai dari kualitas embryo, reseptivitas endometrium, dukungan fase luteal, sampai dengan faktor imunologis dapat berpengaruh, disamping faktor-faktor yang lain. Disamping itu, Erosi serviks disebabkan oleh inflamasi, sehingga sekresi serviks meningkat secara signifikan, berbentuk mucus, mengandung banyak sel darah putih, sehingga ketika sperma melewati serviks akan mengurangi vitalitas sperma dan menyulitkan perjalanan sperma.

Selama hamil, serviks menjadi lebih lunak, rapuh dan lebih rentan terhadap kuman dan mudah erosi jika tersentuh. Erosi servik adalah suatu proses peradangan atau suatu luka yang terjadi pada daerah porsio serviks uteri mulut rahim. Bila ibu sedang hamil, maka dapat ditemukan gejala erosi porsio yang berupa keputihan. Hal ini disebabkan karena level estrogen yang tinggi dan berdampak pada pelunakan serviks. Pada hubungan seksual dapat terjadi perdarahan karena serviks yang lunak terkena trauma karena tekananan penis.

Infeksi kronis di vagina berisiko mengalami erosi porsio. Penggunaan ring enstrogen pada serviks berisiko meningkatnya risiko erosi porsio. Ada riwayat keluarga yang menderita kanker serviks, maka bila didapati tanda dan gejala dari erosi porsio maka perlu dicurigai adanya tanda awal dari proses keganasan. Frekuensi koitus dikaji untuk berapa kali ibu berhubungan seksual. Semakin sering ibu berhubungan seksual, maka akan semakin tinggi risiko terjadinya erosi porsio karena trauma dan tekanan dari penis ke area porsio menjadi semakin sering.

Ibu yang mengalami erosi porsio mayoritas mengeluhkan gejala: 1 Keputihan yang banyak dan lama, berbau bila disertai infeksi jamur 2 Perdarahan sedikit hingga banyak setelah berhubungan seksual 3 Perdarahan diantara siklus menstruasi, dapat berjumlah banyak atau sedikit.

Siklus mentruasi yang normal kadng dikacaukan dengan perdarahan antara siklus adanya erosi servik Erosi serviks uteri cervicitis adalah perubahan yang terjadi di mulut rahim dan biasanya di diagnosis pada saat pemeriksaan dalam vagina pemeriksaan ginekologi.

Cairan ini berisi sel-sel darah putih, sel mati, sekresi peradangan, jamur,bakteri, parasit atupun virus. Servik terletak dibagian antara vagina dan rahim uterus yang berfungsi untuk sebagai tempat lalu lintas atau jalam vegina ke rahim seperti halnya melintasnya darah haid, sperma, atau pun saat bayi keluar dari rahim.

Servik merupakan sebutan untuk leher rahim manusia, erosi servik atau disebut juga erosi porsio adalah hilangnya sebagian atau seluruh permukaan epital squamous dari servik.

Erosi porsio disebut juga suatu proses peradangan atau suatu luka yang terjadi pada daerah porsio servik uteri atau mulut rahim. Jaringan yang normal pada pada permukaan dan mulut servik digantikan oleh jaringan yang mengalami inflamasi dari kanalis serviks. Proses terjadinya erosi portio dapat disebabkanjuga karena adanya rangsangan dari luar misalnya IUD.

Bisa juga dari gesekan benang IUD yang menyebabkan iritasi lokal sehingga menyebabkan sel superfisialis terkelupas dan terjadilah erosi portio. Dari posisi IUD yang tidak tepat menyebabkan reaksi radang non spesifik sehingga menimbulkan sekresi sekret vagina yang meningkat dan menyebabkan kerentanan sel superfisialis dan terjadilah erosi portio.

Etiologi Servisitis disebabkan oleh kuman-kuman seperti : trikomonas vaginalis, kandida dan mikoplasma atau mikroorganisme aerob dan anaerob endogen vagina seperti streptococcus, enterococus, e. Kuman-kuman ini menyebabkan deskuamasi pada epitel gepeng dan perubahan inflamasi kromik dalam jaringan serviks yang mengalami trauma. Dapat juga disebabkan oleh robekan serviks terutama yang menyebabkan ectropion, alat-alat atau alat kontrasepsi, tindakan intrauterine seperti dilatasi, dan lain-lain.

Servicitis dapat disebabkan oleh salah satu dari sejumlah infeksi, yang paling umum adalah : a. Gonorroe, sediaan hapus dari fluor cerviks terutama purulen. Trichomonas vaginalis dan herpes simpleks adalah penyebab yang kurang umum dari cervicitis. Peran Mycoplasma genitalium dan vaginosis bakteri dalam menyebabkan servisitis masih dalam penyelidikan.

Tindakan intra dilatasi dll. Alat-alat atau obat kontrasepsi. Beberapa gambaran patologis dapat ditemukan: a. Cerviks kelihatan normal, hanya pada pemeriksaan mikroskopik ditemukan infiltrasi endokopik dalam stroma endocerviks. Cervicitis ini tidak menimbulkan gejala, kecuali pengeluaran sekret yang agak putih kekuningan. Disini pada portio uteri sekitar ostium uteri eksternum tampak daerah kemerah-merahan yang tidak terpisah secara jelas dan epitel portio disekitarnya, sekret dikeluarkan terdiri atas mukus bercampur nanah.

Sobekan pada cerviks uteri disini lebih luas dan mucosa endocerviks lebih kelihatan dari luar eksotropion. Mukosa dalam keadaan demikian itu mudah kena infeksi dari vagina, karena radang menahun, cerviks bisa menjadi hipertropis dan mengeras : sekret bertambah banyak.

Cervicities akut dalam pengertian yang lazim ialah infeksi yang diawali di endocerviks dan ditemukan pada gonorrhoe, dan pada infeksi post-abortum atau post-partum yang disebabkan oleh Streptoccocus, Stafilococcus, dan lain-lain.

Dalam hal ini, serviks memerah dan bengkak dengan mengeluarkan cairan mukopurulent. Akan tetapi, gejala-gejala pada serviks biasanya tidak seberapa tampak di tengah gejala-gejala lain dari infeksi yang bersangkutan.

Pengobatan dilakukan dalam rangka pengobatan infeksi tersebut. Penyakitnya dapat sembuh tanpa bekas atau menjadi cervicitis kronis. Cervicitis akut sering terjadi dan dicirikan dengan eritema, pembengkakan, sebukan neutrofil, dan ulserasi epitel fokal.

Endocerviks lebih sering terserang dibandingkan ektocerviks. Cervicitis akut biasanya merupakan infeksi yang ditularkan secara seksual, umumnya oleh Gonoccocus, Chlamydia trachomatis, Candida albicans, Trichomonas vaginalis, dan Herpes simpleks. Agen yang ditularkan secara non- seksual, seperti E. Coli dan Stafilococcus dapat pula diisolasi dari cerviks yang meradang akut, tetapi perannya tidak jelas. Cervicitis akut juga terjadi setelah melahirkan dan pembedahan.

IC 74151 DATASHEET PDF

Erosi Porsio

Tania Savitri - Dokter Umum Erosi serviks atau ektropion adalah gangguan kesehatan yang umum dialami oleh wanita muda. Sayangnya, kondisi ini sering kali terabaikan karena gejala yang muncul cenderung minim atau tanpa gejala. Namun, bukan berarti Anda bisa menyepelekannya begitu saja, sebab perkembangan erosi serviks bisa membahayakan kesehatan. Lalu, apa saja ciri-ciri erosi serviks itu? Berikut penjelasannya.

8286 TRANSCEIVER PDF

Erosi Serviks, Gangguan yang Sering Terjadi Pada Wanita Muda

Kondisi ini merupakan hal normal yang biasanya dialami oleh wanita muda. Untuk lebih mengetahuinya lebih lanjut, mari simak penjelasannya berikut ini. Apa itu erosi serviks? Erosi serviks atau ektropion adalah kondisi di mana sel-sel kelenjar yang seharusnya ada di dalam serviks leher rahim tumbuh di luar serviks. Sehingga terbentuk daerah peradangan yang terlihat tergerus dan terinfeksi. Namun, jangan khawatir, hal ini tidak berbahaya bagi Anda.

Related Articles