MAKALAH DISLEKSIA PDF

Penilaian yang dapat dilakukan adalah melalui test IQ untuk mengetahui kemampuan verbal dan non verbal anak, projective test untuk mengevaluasi tingkat emosional. Keduanya dapat dilaksanakan secara bersamaan atau salah satu mengikuti yang lain sesuai kebutuhan. Remedial sebaiknya dilaksanakan secara individual dengan seorang tutor. Tujuannnya adalah mencari dan meruntuhkan dinding penyebab kesulitan belajar. Pada dasarnya yang paling dibutuhkan oleh anak-anak berkesulitan belajar adalah kasih sayang, pengertian dan kesabaran dari orang-orang disekitarnya, terutama dari orang tua.

Author:Zulkree Goltiran
Country:Barbados
Language:English (Spanish)
Genre:Relationship
Published (Last):24 May 2012
Pages:126
PDF File Size:20.86 Mb
ePub File Size:2.3 Mb
ISBN:820-5-86849-385-2
Downloads:60938
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Doubei



Alamat : Jl. Kedung Kandang Kab. Dirumah klien mengaji iqro satu minggu empat kali. Lingkungan sekitar klien penduduknya bekerja sebagai pemulung dan pedagang. Teman bermain klien adalah tetangganya silvi. Lingkungan banyak orang penggangguaran suka main kartu atau judi. Keluarga klien sering minum minuman keras. Pelajaran yang disenangi adalah IPS sedangkan pelajaran yang tidak disukai adalah Matematika. Uang saku klien sehari-hari Rp. Jarak dari rumah ke sekolah dekat.

Proses kelahiran dibantu oleh bidan. Berat badan klien 25 kg sedangkan tinggi badan cm. Klien mengalami gangguan pada telingga dan rambut berkutu. Cita- cita klien adalah ingin menjadi seorang guru. Hobi klien adalah bersepeda. Sikap kebersihan dan kerapian : 69 2. Sikap terhadap tanggung jawab sosial : 71 3.

Sikap terhadap sopan santun : 62 4. Sikap terhadap tanggung jawab pribadi : 67 5. Ada banyak metode yang dapat digunakan dalam suatu penelitian, disini peneliti menggunakan dua metode, yaitu observasi dan wawancara. Observasi adalah suatu metode pengumpulan data dengan jalan pengamatan yang bertujuan untuk mendapatkan data tentang suatu masalah sehingga diperoleh suatu pemahaman.

Wawancara adalah sutu metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematis dan dilampiaskan pada tujuan tertentu, Hadi, Peneliti melakukan wawancara dengan guru, teman, dan orang tua. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan berbagai pihak, dapat disimpulkan bahwa: Klien sering membantah atau tidak mengerjakan perintah yang diberikan.

Pekerjaan rumah yang diberikan guru sering tidak dikerjakan, dengan alasan lupa. Klien sangat suka diperhatikan.

Sering bertengkar dan membuat gaduh. Tidak mau disuruh membaca, dan ketika membaca pasti gagap. Memiliki masalah dalam mengingat. Pengucapan kata dengan bantuan guru. Kondisi ini ditandai kesulitan dalam tugas-tugas akademik, baik disebabkan oleh problem-problem neurologis, maupun sebab-sebab psikologis lain, sehingga prestasi belajarnya rendah, tidak sesuai dengan potensi dan usaha yang dilakukan.

Kesulitan belajar pada dasarnya suatu gejala yang nampak dalam berbagai jenis manifiestasi tingkah laku bio-psikososial baik secara langsung atau tidak, bersifat permanen dan berpotensi menghambat berbagai tahap belajar siswa.

Tidak seperti cacat lainnya, sebagaimanan kelumpuhan atau kebutuaan gangguan belajar learning disorder adalah kekurangan yang tidak tampak secara lahiriah. Ketidakmampuan dalam belajar tidak dapat dikenali dalam wujud fisik yang berbeda dengan orang normal lainnya. Kesulitan belajar adalah keterbelakangan yang mempengaruhi kemampuan individu untuk menafsirkan apa yang mereka lihat dan dengar.

Kesulitan belaja juga merupakan ketidakmampuan dalam menghubungkan berbagai informasi yang berasal dari berbagai bagian otak mereka. Kelemahan ini akan tampak dalam beberapa hal, seperti kesulitan dalam berbicara dan menuliskan sesuatu, koordinasi, pengendalian diri atau perhatian.

Kesulitan-kesulitan ini akan tampak ketika mereka melakukan kegiatan-kegiatan sekolah, dan menghambat proses belajar membaca, menulis, atau berhitung yang seharusnya mereka lakukan. Kesulitan belajar dapat berlangsung dalam waktu yang lama. Bebarapa kasus memperlihatkan bahwa kesulitan ini memengaruhi banyak bagian dalam kehidupan individu, baik itu di sekolah, pekerjaan, rutinitas sehari-hari, kehidupan keluarga, atau bahkan terkadang dalam hubungan persahabatan dan bermain.

Beberapa penderita menyatakan bahwa kesulitan ini berpengaruh pada kebahagiaan mereka. Sementara itu, penderita lainnya menyatakan bahwa gangguan ini mengahambat proses belajar mereka, sehingga tentu saja pada gilirannya juga akan berdampak pada aspek lain dari kehidupan mereka. Dari sejumlah pendapat di atas, kesulitan belajar mempunyai pengertian yang luas dan terjabarkan dalam istilah-istilah, seperti: a Learning Disorder ketergantungan belajar , adalah keadaan di mana proses belajar siswa terganggu, karena timbulnya respons yang bertentangan.

Pada dasarnya siswa, yang mengalami gangguan belajar seperti ini, prestasi belajarnya tidak terganggu, akan tetapi proses belajarnya yang terlambat, oleh adanya respon-respon yang bertentangan. Dengan demikian, hasil belajar yang dicapai akan lebih rendah dari potensi yang dimiliki.

Terbukti, pada hasil belajar sekolah yang buruk. Cacat air dan campak tergolong penyakit dengan gejala yang dapat dikenali dengan mudah. Berbeda dengan kesulitan belajar learning disorder yang sangat rumit dan meliputi begitu banyak kemungkinan penyebab, gejala-gejala, perawatan, serta penanganan. Kesulitan belajar yang memiliki beragam gejala ini, sangatlah sulit untuk didiagnosis dan dicari penyebab secara pasti.

Hingga saat ini belum ditemukan obat atau perawatan yang sanggup menyembuhkan mereka sepenuhnya. Faktor hereditas genetik dan lingkungan environmental siswa, sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajarnya. Artinya, potensi intelligensi, bakat, minat, motivasi, kurikulum, kualitas dan model pembelajaran guru, turut memberikan andil bagi keberhasilan anak didiknya di sekolah.

Sebagian anak atau siswa mungkin hanya mengalami kesulitan dalam mengembangkan bakatnya. Kadang-kadang, seseorang memperlihatkan ketidak wajaran dalam perkembangan alaminya, sehingga tampak seperti penderita berkesulitan belajar, namun ternyata hanyalah keterlambatan dalam proses pendewasaan diri saja.

Sebenarnya, para ahli telah menentukan kriteria-kriteria pasti dimana seseorang dapat dinyatakan sebagai penderita kesulitan belajar. Kriteria yang harus dipenuhi sebelum seseorang dinyatakan menderita kesulitan belajar, tertuang dalam sebuah buku petunjuk yang berjudul DSM Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder. Diagnosis yang didasarkan pada DSM umumnya dilakukan ketika individu mengajukan perlindungan asuransi kesehatan dan layanan perawatan.

Wood , menyebutkan kesulitan belajar dapat dibagi menjadi tiga kategori besar, diantaranya: a. Kesulitan dalam berbicara dan berbahasa b. Permasalahan dalam hal kemampuan akademik c. Kesulitan lainnya, yang mencakup kesulitan dalam mengordinasi gerakan anggota tubuh serta permasalahan belajar yang belum dicakup oleh kedua kategori di atas.

Masing-masing kategori itu mencakup pula kesulitan-kesulitan lainnya yang lebih spesifik, dan pada makalah ini akan dipaparkan tentang kesulitan belajar membaca disleksia. Jadi secara harfiah, disleksia berarti kesulitan yang berhubungan dengan kata atau simbol-simbol tulis. Kelainan ini disebabkan oleh ketidakmampuan dalam menghubungkan antara lisan dan tertulis, atau kesulitan mengenal hubungan antara suara dan kata secara tertulis.

Sedangkan, menurut Lerner seperti di kutip oleh Mercer , mendefinisikan kesulitan belajar membaca sangat bervariasi, tetapi semuanya menunjuk pada adanya gangguan fungsi otak. Sebuah kondisi, dimana ketika anak atau siswa tidak lancar atau ragu-ragu dalam membaca; membaca tanpa irama monoton , sulit mengeja, kekeliruan mengenal kata; penghilangan, penyisipan, pembalikan, salah ucap, pengubahan tempat, dan membaca tersentak-sentak, kesulitan memahami; tema paragraf atau cerita, banyak keliru menjawab pertanyaan yang terkait dengan bacaan; serta pola membaca yang tidak wajar pada anak.

Dalam kebiasaan membaca anak yang mengalami kesulitan belajr membaca sering tampak hal-hal yang tidak wajar, sering menampakkan ketegangannya seperti mengernyitkan kening, gelisah, irama suara meninggi, atau menggigit bibir.

Mereka juga merasakan perasaan yang tidak aman dalam dirinya yang ditandai dengan perilaku menolak untuk membaca, menangis, atau melawan guru. Pada saat mereka membaca sering kali kehilangan jejak sehingga sering terjadi pengulangan atau ada barisyang terlompat tidak terbaca. Dalam kekeliruan mengenal kata ini memcakup penghilangan, penyisipan, penggantian, pembalikan, salah ucap, perubahan tempat, tidak mengenal kata, dan tersentak-sentak ketika membaca. Kekeliruan memahami bacaan tampak pada banyaknya kekeliruan dalam menjawab pertanyaan yang terkait dengan bacaan, tidak mampu mengurutkan cerita yang dibaca, dan tidak mampu memahami tema bacaan yang telah dibaca.

Gejala serb aneka tampak seperti membaca kata demi kata, membaca dengan penuh ketegangan, dan membaca dengan penekanan yang tidak tepat. Hal ini dikarenakan keterbatasan otak mengolah dan memproses informasi tersebut. Disleksia merupakan kesalahan pada proses kognitif anak ketika menerima informasi saat membaca buku atau tulisan.

Jika pada anak normal kemampuan membaca sudah muncul sejak usia enam atau tujuh tahun, tidak demikian halnya dengan anak disleksia. Sampai usia 12 tahun kadang mereka masih belum lancar membaca. Kesulitan ini dapat terdeteksi ketika anak memasuki bangku sekolah dasar. Satu kata bisa berulangkali diucapkan dengan bermacam ucapan.

Misalnya kata pelajaran diucapkan menjadi perjalanan. Banyak faktor yang menjadi penyebab disleksia antara lain genetis, problem pendengaran sejak bayi yang tidak terdeteksi sehingga mengganggu kemampuan bahasanya, dan faktor kombinasi keduanya. Namun, disleksia bukanlah kelainan yang tidak dapat disembuhkan.

Hal paling penting adalah anak disleksia harus memiliki metode belajar yang sesuai. Karena pada dasarnya setiap orang memiliki metode yang berbeda-beda, begitupun anak disleksia. Melatih anak menulis sambung sambil memperhatikan cara anak duduk dan memegang pensilnya. Tulisan sambung memudahkan murid membedakan antara huruf yang hampir sama.

Murid harus diperlihatkan terlebih dahulu cara menulis huruf sambung karena kemahiran tersebut tidak dapat diperoleh begitu saja. Pembentukan huruf yang betul sangatlah penting dan murid harus dilatih menulis huruf-huruf yang hampir sama berulang kali.

Misalnya huruf-huruf dengan bentuk bulat:g, c, o, d, a, s, q, bentuk zig zag:k, v, x, z, bentuk linear:j, t, l, u, bentuk hampir serupa:r, n, m, h.

Guru dan orang tua perlu melakukan pendekatan yang berbeda ketika belajar matematika dengan anak disleksia, kebanyakan mereka lebih senang menggunakan sistem belajar yang praktikal. Aspek emosi. Anak disleksia dapat menjadi sangat sensitif, terutama jika mereka merasa bahwa mereka berbeda dibanding teman-temannya dan mendapat perlakukan yang berbeda dari gurunya.

Lebih buruk lagi jika prestasi akademis mereka menjadi demikian buruk akibat perbedaan yang dimilikinya tersebut. Kondisi ini akan membawa anak menjadi individu dengan self-esteem yang rendah dan tidak percaya diri. Dan jika hal ini tidak segera diatasi akan terus bertambah parah dan menyulitkan proses terapi selanjutnya.

Orang tua dan guru seyogyanya adalah orang-orang terdekat yang dapat membangkitkan semangatnya, memberikan motivasi dan mendukung setiap langkah usaha yang diperlihatkan anak disleksia. Jangan sekali-sekali membandingkan anak disleksia dengan temannya, atau dengan saudaranya yang tidak disleksia. Anak yang mengalami disleksia ini biasanya memiliki kecerdasan rata-rata. Mereka mengalami kesulitan membaca bukan karena penglihatan atau pendengaran mereka terganggu.

Namun, terjadinya kesulitan membaca ini disebabkan oleh adanya gangguan pada otak.

HENRY PEACHAM THE GARDEN OF ELOQUENCE PDF

Jurnal Psikolinguistik: Gangguan Berbicara Disleksia

Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Abstrak Pembahasan yang akan dibahas dalam makalah ini ada empat, yaitu: 1 apa itu disleksia, 2 penyebab dan gejala disleksia, 3 ciri-ciri anak yang mengalami disleksia, dan 4 cara mengatasi disleksia pada anak. Deskripsi konseptual membuktikan orang tua perlu mengenal apa itu disleksia, agar dapat menghindari dan mengantisipasi anak-anak mereka dari gangguan berbicara khususnya disleksia. Kata-kata kunci: gangguan berbicara, disleksia A. Pengantar Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia dari semua makhluk hiduop di dunia ini, cuma manusia yang dapat membaca. Anak-anak dapat membaca sebuah kata ketika usia mereka satu tahun, sebuah kalimat ketika berusia dua tahun, dan sebuah buku ketika berusia tiga tahun dan mereka menyukainya. Kelainan ini disebabkan oleh ketidakmampuan dalam menghubungkan antara lisan lisan dan tertulis, atau kesulitan mengenal hubungan antara suara dan kata secara tertulis. Gejalanya, anak memiliki kemampuan membaca di bawah kemampuan yang seharusnya dilihat dari tingkat inteligensi, usia, dan pendidikannya.

ESTETYKA PRAGMATYCZNA SHUSTERMAN PDF

Disleksia Adalah

Latar Belakang Setiap anak memiliki hak yang sama dalam hal pendidikan dan dalam memperoleh pengetahuan. Setiap anak berhak untuk menjadi pintar, tidak peduli apakah anak tersebut mengalami gangguan atau tidak. Dewasa ini banyak gangguan yang dialami oleh anak-anak, antara lain adalah disleksia dan disgrafia. Disleksia adalah kondisi ketika perbedaan kerja otak yang membuat seorang individu dengan disleksia memproses informasi yang ditrerima dari otak dengan cara yang berbeda. Sedangkan, disgrafia adalah gangguan menulis. Sebagai guru, tujuan utama kita adalah memastikan, anak yang mengalami gangguan disgrafia dan disleksia tidak dirugikan dalam lingkungan belajarnya, bila dibandingkan dengan teman sebayanya, akibat kekurangannya tersebut. Guna mendorong kepercayaan dirinya, penting untuk mempertimbangkan berbagai prosedur pengajaran menulis dan membaca yang bervariasi.

Related Articles